Secangkir Kopi

Posted on Friday, May 23, 2008. Filed under: Fenomena |

Saya dapat tulisan menarik dari seorang teman, bercerita tentang secangkir kopi. Kopi dan cangkirnya yang diibaratkan dengan kehidupan di dunia ini dengan hal yang kita hadapi dan temukan didalamnya. Coba simak dulu.

Sekelompok alumni University California of Berkeley yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka. Menawari tamu-tamunya kopi, profesor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis. Dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, bahkan beberapa di antaranya gelas mahal, dan beberapa lainnya sangat indah. Sang professor mengatakan pada para mantan mahasiswanya mengambil cangkir dan menuang sendiri kopinya. Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, profesor itu mengatakan: “Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah kalian ambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk menginginkan hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.”
“Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak memengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan
sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.”
“Sekarang perhatikan hal ini:  Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita jalani. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.”

Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya, bukan cangkirnya. Sadarilah bahwa kehidupan Anda itu lebih penting dibanding pekerjaan Anda. Jika pekerjaan Anda membatasi diri
Anda dan mengendalikan hidup Anda, Anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak mengubah diri Anda sebagai manusia. Pastikan Anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan Anda.

So enjoy your day and work, and keep make relationship and brotherhood with others.

Jangan sampai kita terjebak dengan rutinitas kita tiap harinya. Good luck!


Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Recently on dimensi5...

Penyesalan

Posted on Tuesday, May 13, 2008. Filed under: Fenomena |

Kebebasan dan Kehidupan

Posted on Friday, May 9, 2008. Filed under: ghoib |

Rindu

Posted on Thursday, May 8, 2008. Filed under: Fenomena |

ikhlaslah !

Posted on Friday, May 2, 2008. Filed under: Sosial |

Rutinitas

Posted on Tuesday, April 29, 2008. Filed under: mmm |

Buffalo Soldier

Posted on Wednesday, February 13, 2008. Filed under: Film |

  • Arsip

  • Kalender

    July 2008
    M T W T F S S
    « May    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Tags

  • Lokasi gempa

    More Photos

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...