SIKAP WARA’ MENGUNTUNGKAN

Jangan sekali-kali berpikir bahwa orang yang sempurna adalah orang yang mengenakan imamah terbaik dan pakaian mewah. Akan tetapi orang yang sempurna adalah yang menjauhi maksiat, menekuni wirid-wirid, beramal saleh, dan menuntut ilmu dengan penuh adab, karena ilmu akan menuntun pemiliknya mencapai kemuliaan.

Abdullah bin Mubarak suatu hari berkata, “Aku akan mengerjakan perbuatan yang akan membuatku mulia.” Ia lalu menuntut ilmu hingga menjadi seorang yang alim. Waktu ia memasuki kota Madinah, masyarakat berbondong-bondong menyambutnya hingga hampir-hampir saja mereka saling bunuh karena berdesak-desakan. Ibu suri raja yang kebetulan menyaksikan kejadian itu bertanya, “Siapakah orang yang datang ke kota kita ini?”
…lanjut!

Serat-Kalatida

Dalam sela-sela kesibukan kita dalam keseharian alangkah menyenangkan kalo kita bisa mencermati salah satu karya seni yang mempunyai cita rasa ilmu serta wejangan yang menyentuh kalbu. Apalagi ditengah kondisi Jaman yang akhir-akhir ini sudah di atas ambang kewajaran. Semuanya serba terbalik, yang salah dianggap benar, malah yang benar dianggap sudah tidak umum alias kuno dan kurang kerjaan katanya.

Salah satu cuplikan karya sastra R.Ng. Ranggawarsita pada tembang “Sinom” dalam “Serat Kalatido” bab.8, seperti di bawah ini :
• Amenangi jaman edan ,ewuh aya ing pambudi
• melu edan ora tahan
• yen tan melu anglakoni,boya kaduman melik
• kaliren wekasanipun
• Ndilallah karsa Allah
• Sakbeja-bejane kang lali
• luwih beja kang eling lawan waspada.

Apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia kurang lebih berbunyi : …lanjut!

Posted in ghoib. 1 Comment »

Polusi Jalan Raya

Akhir-akhir ini wacana tentang kendaraan bermotor dan polusi kendaraan menjadi sangat populer. Apalagi di tengah kehidupan kota Jakarta yang semakin lengkap dengan hiruk pikuknya. Kehidupan Jakarta yang akhir-akhir ini seakan-akan jauh dari suasana lengang. Kelengangan yang di satu sisi bisa membuat hati terasa nyaman kurang bisa di dapatkan dalam glamournya kehidupan di Jakarta.
Kembali ke masalah sebelumnya, yaitu polusi yang kian hari menambah sesaknya udara di Jakarta. Rupanya tidak cukup dengan polusi udara yang marak, polusi suara yang keluar dari motor modifikasipun juga mewarnai kebisingan kota ini. Suara yang keluar dari kendaraan bermotor itu tampaknya sengaja dibikin keras suaranya biar galak dan ditakuti (mungkin). Yang jadi pertanyaan, apakah mereka yang mengendarai motor dengan suara keras itu tidak menyadari atau tidak merasa bising. Kalo mendengar suara yang memekikkan telinga, apakah mereka menjadi bangganya dengan menggeber suara motor mereka seperti itu?
Kalo toh mereka tidak merasa bising, dimanakah nurani dan perasaan mereka terhadap sesama pemakai jalan raya lainnya ketika mendengar suara yang demikian bising dan memekakkan telinga? Adakah kesadaran dalam diri mereka?

Posted in Sosial. 1 Comment »

KITA INI PENGIKUT SIAPA

Para salaf kita sangat tekun mengamalkan sunah dan salat malam. Habib Segaf bin Muhammad Assegaf berkata, “Aku tidak pernah meninggalkan qiyamullail sejak usia 7 tahun.” Dalam Risalatul Qusyairiyah seorang saleh berkata, “Sejak usia 3 tahun, aku tidak pernah meninggalkan qiyamullail.”

Di masa kanak-kanaknya, Abu Yazid Al-Busthami belajar mengaji Quran pada seorang guru. Suatu saat ia sampai pada firman Allah: “Hai orang yang berselimut, bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), yaitu seperduanya atau kurangi sedikit dari seperdua itu.” (QS Al-Muzzammil, 73:1-3)
…lanjut!

MEMBUKA PINTU SORGA

Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih sore menjelang asar. Fatimah binti Rasulullah menyabut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki dengan sukacita. Siapa tahu Ali membawa uang lebih banyak karena kebutuhan di rumah makin besar.

Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. “Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sepeserpun.”Fatimah menyahut sambil tersenyum, “Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta’ala.”

“Terima kasih,” jawab Ali.
Matanya memberat lantaran istrinya begitu tawakal. Padahal persediaan dapur sudah ludes sama sekali. Toh Fatimah tidak menunjukan sikap kecewa atau sedih.Ali lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan salat berjama’ah.
Sepulang dari sembahyang, di jalan ia dihentikan oleh seorang tua. “Maaf anak muda, betulkah engkau Ali anaknya Abu Thalib?”
Áli menjawab heran. “Ya betul. Ada apa, Tuan?” …lanjut!

TOBATNYA KAUM NABI MUSA AS.

Nabi Musa pernah menghadap Tuhannya Azza Wajalla untuk memohon agar Dia berkenan menerima tobat kaumnya dari penyembahan anak sapi. Lalu Allah SWT berfirman, “Wahai Musa! Tidak ada tobat bagi mereka kecuali mereka membunuh diri mereka sendiri.” Nabi Musa pun segera kembali pada kaumnya dan berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya Allah enggan menerima tobat kalian hingga kamu membunuh dirimu sendiri.” Karena, memang begitulah cara kalia bertobat. “Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu.”( Baca QS: Al-Baqarah:54) Yakni Pencipta kamu. Mereka berkata, “Hai Musa! Kami siap untuk bersabar menerima perintah Allah Azza Wajalla. Karena, kaummu telah menyesali atas semua perbuatan mereka.”

Nabi Musa as lalu mengangkat janji dari mereka untuk bersabar menghadapi kamatian. Mereka pun menyatakan setuju. Keesokan harinya mereka siap berkumpul di halaman rumah-rumah mereka. Setiap keluarga berada dalam kelompok masing-masing. Kemudian Musa memerintahkan orang-orang yang tidak pernah menyembah anak sapi dari Bani Israil untuk membawa pedang dan menebas siapa saja yang ia jumpai. Mereka pun berjalan di tempat-tempat berkumpul seraya berkata, “Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada orang yang tidak bangkit dari duduknya, tidak mengangkat pandangannya, dan tidak mengadakan perlawanan dengan tangan ataupun kakinya, sehingga Allah menuntaskan hukuman-Nya.”
…lanjut!

NABI SULAIMAN DAN SEMUT

Sulaiman bin Daud adalah satu-satunya Nabi yang memperoleh keistimewaan dari Allah SWT sehingga bisa memahami bahasa binatang. Dia bisa bicara dengan burung Hud Hud dan juga boleh memahami bahasa semut. Dalam Al-Quran surah An Naml, ayat 18-26 adalah contoh dari sebagian ayat yang menceritakan akan keistimewaan Nabi yang sangat kaya raya ini. Firman Allah, Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata, hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.

Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) sehingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.

Maka Nabi Sulaiman tersenyum dengan tertawa kerana mendengar perkataan semut itu. Katanya, Ya Rabbi, limpahkan kepadaku karunia untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku; karuniakan padaku hingga boleh mengerjakan amal soleh yang Engkau ridhai; dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang soleh. (An-Naml: 16-19) …lanjut!