Teori Jaman Es

Jika pada akhir-akhir ini banyak ahli lingkungan yang diributkan oleh pemanasan global yang mana menjadi permasalahan didunia akibat ulah aktivitas manusia baik akibat perindustrian maupun kendaraan bermotor ataupun kegiatan rumah tangga mereka (kulkas ber CFC, hair spray, dll). Dibalik faktas semua itu ada hal lain yang perlu dikhawatirkan juga, yaitu munculnya periode jaman es. Meskipun kemunculan jaman es diramalkan oleh para ahli masih ratusan atau bahkan ribuan tahun mendatang, namun kita pantas untuk khawatir terhadap keberlangsungan hidup umat manusia. Meskipun demikian kita yakin bahwa manusia akan dapat bertahan, karena pada kenyataannya semenjak manusia mulai berada hidup di dunia ternyata mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan yang terjadi disekitarnya.

Pada teori jaman es ini dikemukakan bahwa ada periode dimana bumi ini akan mengalami jaman es. Jaman es bumi dahulu kala adalah salah satu periode yang telah diketahui sebagai periode yang dilalui oleh kehidupan bumi, demikian kesimpulan yang bisa ditarik dari teori ini. Akan tetapi beberapa pendukung teori ini belum menemukan jawaban mengapa terjadi periode jaman es yang demikian. Namun sebagian besar ahli geologi kelihatannya menjadi kebal terhadap terror dan menerima teori jaman es sebagai sesuatu pertanyaan dimasa depan, suatu kejadian yang dikatakan fakta terbukti.

Teori jaman es ini terkait dengan perubahan iklim yang sekarang ini digembar gemborkan ilmuwan yang akhir-akhir ini terendus media, lalu media memblow upnya menjadi sesuatu yang kalau tidak disikapi dengan arif dapat menjadikan kekhawatiran tersendiri oleh sebagian masyarakat yang mungkin kurang mengerti tentang fenomena ini. Teori jaman es ini ada kaitannya dengan teori milancovitch, yang memberikan penjelasan tentang perubahan iklim jangka panjang termasuk didalamnya ada periode jaman es maupun pemanasan global.

Milancovitch adalah seorang ahli matematika dari Serbia dengan spesialisasi bidang astronomi dan geofisika, yang lahir 28 Mei 1879 di Dalj, Serbia. Milancovitch membangun teorinya berdasarkan hasil kerja dari J.A. Adhemar and James Croll. Tahun 1842 Adhemar menjelaskan iklim es hanya menggunakan precession. Tahun 1864 Croll menulis tentang perubahan orbit dan es pada jaman es menggunakan siklus eccentricity dan siklus precession. Kemudian pada tahun 1875 Milancovitch memperkenalkan tentang siklus obliquity(kemiringan sumbu).

Milankovitch, sebagai seorang ahli matematika, mengambil hasil kerja Croll dan menyusun dengan mengembangkan teori matematika tentang perubahan iklim. Teorinya menyatakan “bahwa peredaran bumi mengarungi angkasa dengan variasi siklis sewaktu mengitari matahari dalam tiga elemen kombinasi geometri Bumi-Matahari yang menghasilkan variasi jumlah energi matahari yang diterima bumi. Tiga elemen yang mempunyai variasi siklik tersebut adalah eccentricity, obliquity dan precession.

eccentricityEccentricity merupakan bentuk orbit bumi mengelilingi matahari berubah dari bentuk lingkaran menjadi sedikit ellips(lonjong). Nilai eccentricity antara 0 sampai 0.06, dimana jika nilainya 0 maka orbit bumi berbentuk lingkaran sedangkan klo nilainya 0,06 maka orbit bumi benbentuk ellips. Eccentricity memberikan efek terhadap jumlah total sinar matahari yang diterima bumi. Variasi ini mempunyai periode 413.000 tahun. Sekarang ini nilai eccentricity adalah 0,017 (Imbrie and Imbrie, 1980)

obliquityObliquity merupakan kemiringan sumbu bumi terhadap bidang orbit bumi mengelilingi matahri yang variasinya antara 21,8 derajad – 24,4 derajad. Proses ini memberikan efek pada distribusi radiasi matahari yang diterima bumi menjadi berbeda. Periode dasar obliquity sekitar 41.000 tahun. Sekarang ini obliquity pada 23,5 derajad.

precessionPrecession merupakan akibat dari gerakan berputarnya bumi yang membuat sumbu rotasinya bergerak membentuk pola kerucut.Proses ini memberikan efek pada musim dimana bumi lebih dekat dengan matahari (perihelion). Precession mempunyai periode tidak tetap antara 13.000 – 25.000 tahun. Sekarang ini bumi lebih dekat dengan matahari pada awal Januari.

Terlepas dari teori di atas, patut kita renungi bersama bahwa apa yang dulunya kita kira berada dalam status quo ternyata mempunyai perubahan-perubahan dalam dirinya. Sistem peredaran bumi terhadap matahari maupun dalam diri bumi itu sendiri ternyata ada yang berubah dalam sistem tersebut, meskipun dengan periode yang sangat panjang dalam umur manusia. Tentunya kita tidak akan mengalami periode perubahan itu sehingga kita tidak menyadari itu semua.

Begitu pula dengan terbatasnya umur manusia, maka kita tidak bisa pula untuk mengerti kapan bumi ini lahir. Bukan berarti kita tidak mengerti akan proses, itulah pengetahuan yang kontinuitas. Dengan adanya pengetahuan yang berlangsung terus menerus, dari generasi satu ke generasi berikutnya, maka kita akan tahu sejarah panjang bumi dan manusia yang pernah hidup di atasnya.

Tentunya dengan adanya pengetahuan yang kita peroleh kita dapat menemukan jawab terhadap setiap persoalan yang sedang dan akan kita hadapi tentunya. Kalo pada saat ini kita dihadapkan pada persoalan pemanasan global, dengan dibuktakan adanya pencairan es di kutub dan adanya kenaikan ketinggian muka air laut. Tidak sedikit pula kita ketahui ada pulau-pulau kecil yang sudah mulai tenggelam. Dan juga daerah pesisir yang mulai kebanjiran akibat adanya pasang naik. Banyak yang heran bahwa daerah mereka dulunya aman-aman saja, namun sekarang kenapa mendadak menjadi banjir.

Ada hal penting yang patut kita pikirkan dengan semua hal yang kita lakukan terkait dengan kondisi disekitar kita. Adalah tidak bijak menyalahkan seseorang yang dengan enaknya membuang sampah di kali dekat rumahnya, dan ketika banjir melanda daerahnya dia dengan ngototnya marah menyalahkan orang lain yang membuang sampah. Kalo yang membuang sampah satu dua orang mungkin tidak masalah, namun apakah kita tidak menyadari bahwa tidak sedikit orang berpikir bahwa dia sendiri yang membuang samaph ke kali. oba bayangkan bila ada satu juta orang yang berpikir demikian. misalnya satu orang buang sampah setengah kilogram, maka ada sampah 50 kg dikali dalam satu hari, nah bagaimana hal demikian dalam satu minggu, satu bulan bahkan satu tahun. Bisa kita bayangkan apa jadinya kali yang setiap hari kta berjalan didekatnya, yang setiap hari kita lalui.

Kita hendaknya tidak saling menyalahkan terhadap siapa yang berbuat salah. Alangkah baiknya kita mulai dari diri sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hendaknya kita juga mengingatkan orang lain untuk tidak buang sampah sembarangan. Marilah kita berbuat hal kecil yang memberikan dampak besar, daripada terlalu banyak omong namun nol besar hasilnya. Selamat berjuang untuk menyelamatkan masa depan, demi anak cucu generasi penerus.

sumber : http://earthobservatory.nasa.gov/Library/Giants/Milankovitch/milankovitch.html.

About these ads

One Response to “Teori Jaman Es”

  1. Suableng Says:

    Sangat Setuju SEKALEEEEEE


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: