Menghormati Tamu !

Tidak dipungkiri lagi bahwa yang namanya tamu itu harus dihormati keberadaannya. Bahkan ada sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa tamu itu raja. Dalam ajaran Nabi Muhammad saw pun diajarkan untuk lebih menghormati tamu. Ada banyak contoh cerita yang mengajarkan hal demikian.

Namun bagaimana dengan tamu yang selama ini kita benci perilakunya. Bagaimana dengan tamu yang telah mencelakakan ribuan bahkan mungkin jutaan nyawa manusia yang mungkin tidak berdosa. Bagaimana dengan tamu yang telah menghancurkan negara Afganistan dan Irak yang selama ini kesalahannya tidak pernah terungkapkan. Bagaimana dengan tamu yang telah meluluhlantakkan sistem perekonomian yang selama ini kita bangun. Apakah layak kita hormati?

Di sisi lain kita dianjurkan untuk menghormati tamu. Namun di satu sisi kita dihadapkan pada kenyataan dimana tamu itu merupakan biang keladi terjadinya kerusakan di muka bumi ini. Dalam ajaran Islam kita dilarang untuk membuat kerusakan di muka bumi, apalagi mendukung orang yang berbuat kerusakan tersebut, tentunya juga dilarang.

Baru-baru ini kita akan kedatangan tamu dari negeri jauh, yang katanya untuk menyambut kedatangannya kita telah menghabiskan dana sekian milyar rupiah. Sungguh dana yang tidak sedikit. Jumlah dana yang sedemikian itu bila untuk membeli krupuk, berapa ton krupuk yang akan kita dapatkan. Jumlah dana tersebut kalo kita berikan buat anak jalanan atau pengemis yang ada di pinggir jalan, berapa anak-anak atau pengemis yang dapat kita keluarkan dari jalanan.

Sepertinya kita harus bisa mawas diri dengan kondisi kita. Dengan berbagai keadaan dan kondisi ideal yang seharusnya tentunya kita dapat menarik sikap kita untuk menghormati atau tidak tamu tersebut. Tamu yang telah mengacau tatanan kenegaraan. Tamu yang telah menjadikan kita seperti tidak berdaya menghadapinya. Luar biasa !

Posted in Sosial. 1 Comment »

One Response to “Menghormati Tamu !”

  1. El-Qolam Says:

    Terima kasih atas artikelnya. Ikut melengkapi ya. Ini adalah kisah tentang menghormati tamu, semoga bermanfaat
    Seseorang telah datang menemui Rasulullah SAW dan menceritakan kepada Beliau tentang kelaparan dan kesusahan yang dialaminya. Kebetulan ketika itu Rasulullah SAW tidak memiliki makanan sedikit pun untuk diberikan kepada orang itu. Kemudian Beliau bertanya kepada para sahabat, “Adakah di antara kalian yang sanggup melayani orang ini sebagai tamunya pada malam ini?

    Seorang dari kaum Anshar menyahut: “Wahai Rasulullah, sayalah yang akan menjamunya”

    Orang Anshar itu pun membawa orang tadi ke rumahnya dan memberitahu istrinya, “Lihatlah, orang ini adalah tamu Rasulullah SAW, kita harus melayaninya dengan sebaik-baioknya. Keluarkan semua makanan, jangan sampai ada yang tersisa di rumah ini”

    Istrinya menjawab, “Demi Allah, Sebenarnya tidak cukup persediaan makanan di rumah kita, kecuali sedikit yang hanya cukup untuk memberi makan anak kita”

    Orang Anshar itu berkata, “Kalau begitu engkau tidurkan mereka dahulu, tanpa memberi mereka makanan. Apabila saya duduk sambil mengobrol dengan tamu itu dengan menyajikan makanan yang cuma sedikit ini, pada saat kami mulai hendak makan engkau padamkanlah lampu, sambil berpura-pura hendak membetulkannya kembali”

    Maka istrinya melaksanakan seperti apa yang direncanakan suaminya. Seluruh keluarga itu termasuk anak-anaknya terpaksa menahan lapar pada malam itu, semata-matra agar tamunya dapat makan dengan kenyang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: