Tentang Riba

Berbicara tentang riba, tidak sedikit dari kita yang masih ragu atau menyangsikan tentang hukum dari yang namanya perbankkan, atau tentang bunga bank. Ada yang berpendapat itu boleh, ada juga yang mengatakan bahwa bunga bank itu haram. Terlepas dari itu semua ada baiknya kita cemati dulu beberapa ayat Al Qur’an yang berbicara mengenai riba.

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.
Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.
Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)
.
QS Al Baqoroh (2) : 275 – 281

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
QS Ali Imran (3) : 130

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).
QS Ar Ruum (30) : 39

Demikian beberapa ayat yang penulis ketahui dari Al Qur’an yang bisa kita jadikan dasar untuk mencegah kita akar terhindar dari yang namanya riba. Ya, riba telah dilarang oleh Gusti Allah, dan Allah mengancam akan menghancurkan orang yang melakukan riba. Pelaku riba itu akan dihancurkan oleh Allah dan Rasulnya.

Ketika kita melihat negeri ini yang penuh dengan bencana dan malapetaka di sana sini, hendaknya kita beristighfar dan introspeksi diri. Adakah kita telah melakukan riba, sehingga Allah mulai menghancurkan negeri ini dengan sedikit demi sedikit? Kalau kita cermati, kita lihat dari yang namanya kredit rumah sampai yang namanya kredit sepeda motor, lebih jauh kita pahami apakah praktek demikian bisa dikategorikan sebagai riba. Sebagai contoh, apabila orang yang kredit motor suatu ketika dalam bulan tertentu dia tidak bisa bayar kreditannya dan itu berlangsung sampai beberapa bulan. Dia dikejar terus oleh depth colector untuk segera membayar tunggakannya, karena dia terlambat mbayar dia juga harus mbayar dendanya. Apakah denda ini bisa dikatakan sebagai riba, selain yang biasa kita kenal yang namanya bunga, tentunya kita paham bahwa harga kredit motor dengan harga bayar tunai sangat jauh berbeda nilainya.

Kita perhatikan juga bahwa hampir setiap pemilik kendaraan bermotor, baik roda 2 maupun roda 4, baik di kota maupun di desa adalah barang kredit alias tidak kontan. Kalau benar hal ini yang menjadikan kemarahan Allah maka hendaknya kita segera membenahi kesalahan kita selama ini. Kesalahan yang tanpa kita sadari telah menjadikan Allah marah besar.

Posted in mmm. 1 Comment »

One Response to “Tentang Riba”

  1. Mbah Dipo Says:

    wah…. nyambung postingan simbah yang kemarin ya kang..😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: