Belajar dari Sidoarjo

Hal ini yang saya takutkan tentang negeri ini. Sebuah negeri yang terkenal subur makmur, toto tentrem loh jinawi, ramah penduduknya dan cerita hebat lainnya tentang negeri ini akan dihancurkan oleh Gusti Allah Sang Pengusa Alam Raya. Saya takut dengan kondisi negeri ini, yang semakin lama tidak semakin baik, akan tetapi malah menuju ke jurang kehancuran.

Apakah kita tidak sadar juga dengan kondisi kita sekarang ini. Atau kita sebenarnya sadar dengan semua itu akan tetapi kita tetap cuek dengan kondisi sekitar kita? Atau kita merasa bukan siapa-siapa sehingga kita merasa bukan kewajiban kita untuk memperbaiki semua itu? Astaghfirulloh… Demikiankah kita ini? Apakah kita tidak merasa bahwa kita adalah bagian dari penduduk yang dikatakan sebagai Indonesia ini. Apakah kita tidak merasa bahwa kita dilahirkan pada sebuah negeri yang terdiri dari pulau-pulau dan lautan ini? Tidak pahamkah kita bahwa kita hidup di dunia ini bukan hanya omong kosong?


Apakah kita juga belum tergerak ketika bencana muncul di sana sini. Bahkan akhir-akhir ini pun bencana masih melanda saudara kita yang berada di wilayah Mandailing Natal. Sebuah getaran yang memporak-porandakan sebuah daerah. Masih belum sadarkah kita dengan semua itu.

Untuk lebih fokus lagi ada baiknya kita renungi bersama kasus Lumpur Lapindo di Sidoarjo? Dibalik sebuah wilayah Sidoarjo ini ternyata menyimpan beragam cerita. Sidoarjo ternyata mengandung banyak cerita, sebelumnya Sidoarjo pernah geger kasus Marsinah, seorang buruh pabrik yang memperjuangkan hak-haknya. Selain ada Marsinah yang dianiaya,di Sidoardjo juga ada pabrik miras termasuk Vodka, yang baru ketahun setelah lumpur Lapindo menenggelamkan Sidoardjo. Selama ini masyarakat tidak menyadari keberadaan pabrik miras ini. Dua bulan sebelum musibah Lumpur ini muncul ada sebuah kontes aerobik yang diresmikan dan dihadiri oleh Bupati dan istrinya. Para peserta kompetisi aerobik ini, mengenakan uniform yang nyaris telanjang, padahal penonton yang hadir berasal dari segala umur dan jenis kelamin. Kompetisi ini bebas ditonton siapa saja dan tidak dipungut biaya. Trus Maria Eva ternyata juga berasal dari Sidoarjo. Crita lain tentang Sidoarjo ini sungguh luar biasa. Dari cerita-cerita tersebut hendaknya tidak hanya menjadi cerita saja, akan tetapi bener-bener kita ambil hikmahnya.

Kalo kita menyadari, apakah Gusti Allah bener-bener akan menghancurkan Sidoarjo dengan segala kemaksiatan yang ada di dalamnya? Mengingat kalau kita ikuti beritan tentang Lumpur Lapindo, semakin lama dengan bertambahnya hari Lumpur panas kian menggila. Mari kita hentikan kemaksiatan di sekitar kita. Kita mulai dengan diri kita. Jangan sampai kita berbuat maksiat, apalagi mendekatinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: