Budaya Dzikir

Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah membangunkan aku dari tidur ku dan telah menghidupkan aku dari matiku pagi ini, yang dengan nya masih sempat kuhirup udara segar kehidupan ini sementara sebagian makhluk telah sampai janjinya untuk kembali kehadapan Sang Khalik. Dengan Nama Mu Ya Allaah aku berniat melakukan seluruh kegiatan hari ini dengan niat ibadah dan mencari keridhaan Mu, bimbinglah aku dalam setiap tindakan dan pikiran ku agar selalu ingat akan batas2 yang telah engkau gariskan.
Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah atas semua semua semua se….mua nikmat dan pemberian yang Engkau limpahkan . Yang dengan nya aku masih bisa menyunggingkan seulas senyum ungkapan kedamaian sementara yang lain menekuk muka dan menampilkan tampang yg awut2an karena terperangkap oleh jaring2 dunia yang penuh tipuan . Sesungguhnyalah tak akan ada satu alat hitung apapun yang akan sanggup menghitung nikmat dan pemberian Mu dimuka bumi ini, masih tetap kah kita bertahan dengan segala keangkuhan untuk tidak mau bersyukur kepada Nya?
Laa ila ha illallah, tiada Tuhan Yang wajib Disembah selain Allah, pengakuan yang tulus daari seorang hamba kepada Sang Khalik Sang Maha Pencipta, yang dengan semangat tauhid yang ditimbulkannya tersingkirkan segala ketakutan, kekhawatiran dan kebimbangan. Dengannya sirna lah semua keangkuhan, terkikis habis kesombongan, hancur lebur keangkara murkaaan dan sewenang2an, tidak ada lagi penghambaan karena yang Haq adalah Engkau Ya Allaah.
Allaahu akbar, Maha Besar Allah yang telah menciptakan segala sesuatu yang tidak akan pernah terjangkau oleh ilmu dan fikiran segala makhluk, yang dengan keyakinan akan kebesaran Nya menyingkirkan duri –duri penusuk dan kerikil-kerikil penarung yang menghambat roda kehidupan dalam kebenaran. Adakah lagi sesuatu yang lebih Besar dan yang perlu aku agungkan selain Engkau? sungguh jauhkan lah sifat kerdil diriku terhadap tipuan2 syetan dan dunia ini Yaa Allaah. Yakinkan diriku, tanamkan kebanggaan pada ku bahwa aku adalah keturunan hamba Mu yang Engkau ciptakan dengan sebaik-baik kejadian.
Subhanallah, Maha suci Allah yang telah membimbing ku untuk tetap istiqamah di jalan Nya. Dengan Rahman dan Rahim Mu telah Engkau bukakan mata hati ini untuk mengomandoi tubuh lemah ini agar tetap berjalan di jalan Mu. Maha Suci Engkau Ya Allaah yang telah membukakan pintu hati ini kejalan yang telah Engkau gariskan
Alhamdillah, Segala puji bagi Allah yang telah memberikan tempat berkarya di tempat terpencil ini dikelilingi hutan belantara dan ancaman nyamuk malaria yang engkau batasi dengan hamparan samudra luas namun dengan Rahman dan Rahim Mu, engkau kuat kami untuk bisa memenuhi panggilan azan Shalat Jum’at Mu. Engkau bombing kami untuk kembali memperbaharui tauhid dan ke imanan. Alhamdulillah , Segala Puji Bagi Allah yang telah mengaruniai pendengaran ini yang dengannya kami merasakan sendu dan dan kerinduan terhadap Mu dikala mendengarkan kumandang bilal dibelantara rimba ini sementara manusia2 kafir yg engkar kepada Mu mengelilingi kehidupan kami.
Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah yg memberi kami kemudahan untuk berkumpul dalam menyembahmu sementara sebagian dari kami yang harus mengemban tugas di tengah hiruk pikuk dunia ini entah dapat melaksanakan Jum’at ini atau mungkin telah engkau butakan mata hati mereka untuk menyambut seruan Mu.
Laa ila ha illallaah, Tiada sesuatu yang patut di sembah kecuali Allah, dengan berpegang kepada kalimat tauhid ini ya Allah, hilang semua ketakutan dan tiada satupun yang dapat menaklukkan langkah yang kami ayunkan, tidak sang boss atau juragan, tidak penyakit atau pun ancaman. Laa ila ha illallah, tiada sesuatu yang kami takuti kecuali azab dan murka Allah, Laa ila ha illallah, tiada sesuatu pun yang dapat memberikan arti dalam hidup ini kecuali Allah.
Allaahu Akbar, Maha Besar Engkau Ya Allaah tiada yang lebih membanggakan dan membesarkan arti kami dari pada pengakuan Syahadat atas Mu dan Rasul Mu Muhammad SAW makhluk yang paling Engkau tinggikan derajatnya diantara manusia2 yang terdahulu maupun yang akan datang.

Sobat,
Betapa banyak ragam dan kehidupan kita sehari-hari yang masing2 harus kita lalui penuh dengan suka, duka, keberhasilan, kegagalan, pedih menyakitkan bahagia dan keceriaan. Akhir-akhir ini kita tlah diperlihatkan dengan munculnya bencana dimana-mana. Tapi kita sering lupa dan terlalaikan dengan segala keasyikan itu untuk mengingat siapakah yang berada dibelakang semuanya itu. Berapa menitkah waktu yang telah kita luangkan dalam siklus hari yang berputar selama 24 jam untuk bertafakur dan sejenak merenungkan semua yang melingkari hidup dan kehidupan ini?

Sobat,
Tidakkah kita mau mengambil keuntungan yang sangat besar yang ditawarkan dan dihidangkan di depan mata? Apakah kita termasuk orang2 bodoh yang menolak hadiah besar yang telah disiapkan hanya karena kelalaian yang seharusnya tidak perlu terjadi. Mari raih keberuntungan ini dengan memperbanyak mengingat Nya, bukankah itu tidak akan mengganggu dan mengurangi jam kerja atau pun kesibukan, karena zikrullah (mengingat Allah dapat dan memang sudah seharusnya kita lakukan selama 24 jam sehari dengan tanpa menyita dan mengambil waktu khusus) Insyaallah waktu atau jam kerja yang kita anggap sangat berharga itu tidak akan berkurang atau hilang dengan mengingat Nya. Mari kita mulai belajar bersama membiasakan diri untuk selalu dalam zikrullah. Bukankah zikrullah tidak harus dilaksanakan dengan ucapan lidah semata….!!!.

Sobat,
Sejenak kita segarkan kembali keimanan kita dengan menghayati beberapa ayat dan hadist di bawah ini:
, “Karena itu, ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian.” (Al-Baqarah: 152).

….. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka .(Ali Imran: 191).
Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (Al Ahzab: 41)

Dan barangsiapa yang berpaling dari zikir-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.(Thaha:124)

… (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.(Ar-Ra’ad:28)
Dan mari kita simak dua dari sekian banyak Hadist Rasulullah SAW:
Nabi saw. bersabda yang artinya, “Sesungguhnya Allah Azza wa-Jalla berfirman, ‘Aku beserta hamba-hamba-Ku selagi dia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak-gerak menyebut-Ku.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Dalam hadis lain beliau bersabda, “Tidaklah segolongan orang mengingat Allah, malainkan para malaikat menghormati mereka, rahmat menyelubungi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah mengingat mereka bersama orang-orang yang ada di sisi-Nya.” (HR Muslim dan At-Tirmizi).

Begitu banyaknya Ayat dan Hadist2 shahih tentang zikir ini, marilah kita mulai menyimak, menghayati dan melaksakannya.

One Response to “Budaya Dzikir”

  1. faisol Says:

    terima kasih sharing info/ilmunya…
    saya membuat tulisan tentang “Tidur Ketika Khutbah Jum‘at, Mengapa?!”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/hidup-ini-memang-penuh-kelucuan.html

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: