Bumerang !

Terkadang kita tidak menyadari bahwa sesuatu yang kita lakukan ke orang lain, baik itu hal bagus atau tidak, suatu ketika hal yang kita lakukan ke orang lain itu akan kembali kepada kita. Bagai kita melemparkan bumerang<alat tradisional suku Aborigin–Australia>, bumerang itu akan kembali kepada kita, meskipun kita melemparnya jauh-jauh. Berikut ini ada cerita yang enak untuk kita simak bersama.

Suatu saat ada sepasang suami istri yang hidup serumah dengan ayah sang suami. Orang tua ini sangat rewel, cepat tersinggung, dan tak pernah berhenti mengeluh. Akhirnya suami istri itu memutuskan untuk mengenyahkannya.

Sang suami memasukkan ayahnya ke dalam keranjang yang dipanggul di bahunya. Ketika ia akan meninggalkan rumah, anak lelakinya yang baru berusia sepuluh tahun muncul dan bertanya, “Ayah, kakek hendak dibawa kemana?”

Sang ayah menjawab bahwa ia bermaksud membawa kakek ke gunung agar ia bisa belajar hidup sendiri. Anak itu terdiam. Tapi pada waktu ayahnya sudah berlalu, ia berteriak, “Ayah, jangan lupa membawa pulang keranjangnya.”

Ayahnya merasa aneh, sehingga ia berhenti dan bertanya mengapa. Anak itu menjawab, “Aku memerlukannya untuk membawa ayah nanti kalau ayah sudah tua.”

Sang ayah segera membawa kembali sang kakek. Sejak saat itu mereka memperhatikan kakek itu dengan penuh perhatian dan memenuhi semua kebutuhannya.

”Hukuman” yang kita berikan pada orang lain, mungkin akan berbalik pada diri kita sendiri. Hendaknya kita lebih mawas diri dalam bersikap dan berbuat, bahkan dalam mengendalikan tingkah laku kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: