Harga Murah atau Harga Mahal

Kalau misalnya kita dihadapkan pada dua pilihan antara harga murah atau harga mahal, kita akan pilih yang mana? Jika pendapatan kita naik, tapi harga-harga juga membumbung tinggi akankah menjadi pilihan kita, ataukah kita lebih memilih pendapatan tetap tapi harga menjadi sangat murah. Akhir-akhir ini kita dihadapkan pada persoalan dimana harga-harga barang semakin lama makin membumbung tinggi. Mulai dari BBM (yang mungkin jadi biang keladinya) sampai yang namanya bahan kebutuhan pokok juga ikut-ikutan naik. Yang lebih parah lagi, dengan alasan barang yang semakin langka, impor beras pun menjadi hal yang dapat diandalkan untuk mengatasi kelangkaan bahan kebutuhan tersebut.

Agaknya menghadapi semua itu, para pengambil kebijana dan pemegang tampuk kekuasaan di negeri ini kurang mendapat pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi di negeri ini. Dengan alasan apapun, kebijakan menaikkan harga adalah bukan langkah bijak mengatasi berbagai kekacauan di negeri ini. Dengan alasan apapun mengorbankan rakyat kecil adalah tindakan yang tidak manusiawi demi kepentingan segelintir golongan tertentu.

Sebagai pihak yang diserahi wewenang untuk memegang kebijakan dan kekuasaan hendaknya lebih mengutamakan rakyat kecil dalam mengambil tindakannya. Hendaknya lebih mengutamakan kebutuhan orang miskin yang jumlahnya kian bertambah di negeri ini. APakah kondisi rakyat miskin di negeri ini luput dari pantauan para penguasa negeri ini. Adakah terbetik dalam pikiran pemimpin negeri ini untuk mengentaskan rakyat miskin. Adakah tindakan nyata yang dilakukan oleh para elite politik negeri ini. Bagaimanakah nasib bangsa ini 5 – 10 tahun ke depan? Bagaimanakah nasib anak cucu yang mempunyai kakek seorang pengemis atau seorang nenek yang menjajakan tubuhnya demi memenuhi kebutuhan hidup setiap harinya.

Dimanakah nurani yang dulunya pernah diagung-agungkan para pendahulu bangsa ini, sebagai sesuatu yang menjadi tolak ukur pribadi bangsa ini. Pergi kemanakah rasa kemanusiaan dalam dada manusia bangsa yang penuh dengan filosofi hidup itu.

Apakah semuanya hanya akan menjadi mimpi di siang bolong. Apakah semuanya hanya akan menjadi angan-angan kosong tanpa makna. Apakah himpitan ekonomi yang rakyat miskin alami tidak meletupkan rasa empati para pemimpin negeri ini? Adakah ruang kosong yang tersisa buat memikirkan nasib rakyat miskin tersebut?

Harga murah memang menjadi hal yang tidak penting dari para kaum kaya raya, yang kekayaannya sampai ada dimana-mana. Jumlah kendaraan yang dimiliki pun bagi merika tidak memusingkan mereka karena jumlah kendaraan yang dimilikinya hanyalah sedikit sekali dari jumlah kekayaan yang dimilikinya. Coba bayangkan, orang miskin ketika mencari seuap nasi, mempunyai kekayaan yang cukup buat kebutuhan sehari-harinya seperti makan minum saja sudah menjadi kebahagiaan yang tidak terkira.

Sungguh hal yang sangat ironi, masalah yang bertahun-tahun terjadi tidak disadari oleh pengambil kebijakan negeri ini. Masalah di depan mata yang terlihat mencolok tidak tertangani dengan baik, sedangkan pembelian laoptop yang bisa ditunda menjadi agenda utama dalam pembahasan para wakil rakyat. Duh, dimanakah hari nurani berdiam.

Turunkan harga!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: