Sing asale ra ono bali ra ono

Falsafah tersebut bagi orang jawa mungkin tidak asing lagi. Ya sebuah ungkapan sederhana yang memiliki kandungan makna yang mendalam. Sebuah ungkapan yang mungkin bagi orang kebanyakan akan mempertanyakannya bahkan mungkin bingung maksudnya apa. Tapi bagi beberapa orang falsafah tersebut mempunyai arti yang sangat dalam bahkan mungkin memberikan makna lain yang mempunyai pengaruh sangat hebat bagi kehidupan seseorang.

Sing asale ra ono bali ra ono kalo dalam bahasa Indonesia bisa diartikan yang pada mulanya tidak ada akan kembali tidak ada. Apa maksdu dibalik falsafah yang katanya bisa mempunyai pengaruh yang besar bagi kehidupan seseorang tersebut? alo kita selami makna dibali ungkapan tersebut harusnya kita dapat memahami lebih jauh lagi darimana asal kita serta menuju kemanakah kita nantinya.

Yah kalo kita renungi, sebenarnya darimanakah asalnya kita. Sebagai manusia normal tentunya setiap diri kita mempunyai orang tua. Dan dari rahim seorang ibu kita dilahirkan ke dunia. Dari rahim seorang ibulah kita ada di dunia ini, tentunya dengan peran serta seorang bapak yang mencetak wujud kita. Sebagai seorang diri tidak bisa dipungkiri bahwa adanya orang tua menjadi mutlak diri kita ada di dunia. Tentunya hal ini terlepas dari kondisi lain yang dikehendaki oleh Allah swt. Misalnya Adanya Nabi Adam as dan istrinya, keduanya tanpa harus menghadirkan orang tua bisa ada di dunia ini karena kehendak Allah, bahkan keduanya menjadi nenek moyang manusia (terlepas dari kontroversi Teori Darwin). Juga kemunculan Nabi Isa as, yang muncul ke dunia tanpa harus ada peran serta seorang ayah. Hal ini semua atas dasar kehendak Allah swt semata.

Kalo kita perhatikan manusia istimewa tersebut sekarang ini tidak ada dalam kehidupan di dunia ini. Yang ada hanyalah cerita manusia-manusia istimewa tersebut. Di samping itu kita juga mendengar manusia-manusia lain yang hidup sejaman dengan manusia istimewa itu, begitu juga dengan kisah-kisah mereka. Mereka itu biasa disebut sebagai yang mendahului. Maksudnya kehidupan mereka mendahului kita, kita dapat belajar dari kisah-kisah tentang mereka bagaimana hidup di dunia ini. Apa yang mereka lakukan serta akibat apa dari kelakuan mereka hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua. Karena kita itu sama dengan mereka, manusia juga yang asalnya juga tidak ada.

Yah… ternyata kita ini sebelumnya bukan apa-apa, bahkan mungkin bukan hal yang terpikirkan kita itu bakal ada. Tentunya seperti para pendahulu kita, nantinya kita juga akan kembali tidak ada lagi. Sungguh sia-sia saja kalo kita akan lenyap di kehidupan dunia ini kita menyombongkan diri. Sungguh hal yang membuang waktu saja bila nantinya kita akan musnah tapi kita membangga-banggakan diri kita yang sebetulnya lemah dan hina dina.

Hendaknya mumpung kita masih diberi kesempatan, kita isi kehidupan kita dengan melakukan tidakan yang bermanfaat bagi orang lain. Hendaknya kita tidak saling gasak antara teman sendiri bahkan kepada saudara kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: