Met hari pendidikan nasional

Hari ini merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada hari ini hampir setiap institusi yang ada kaitannya dengan dunia pendidikan mengadakan upacara bendera. Upacara untuk memperingati hari bersejarah bagi dunia pendidikan Indonesia. Bidang pendidikan yang harusnya bisa mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Bidang pendidikan yang harusnya mampu melahirkan generasi yang dapat berpikir mana benar mana salah. Generasi yang dilahirkan dari dunia pendidikan ini harusnya mampu memerangi mafia korupsi yang kian hari makin merajalela. Bahkan kian pandai seseorang maka korupsi yang dilakukan pun makin rapi dan busuk.

Dunia pendidikan kita memang memprihatinkan. Standar kelulusan yang dinaikkan menjadi 5 adalah salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Namun di sisi lain ada keprihatinan yang menggelayuti dunia pendidikan kita bahwa tidak sedikit para pelajar kita yang merasa ketakutan tidak bisa lulus dengan standar kelulusan yang dinaikkan tersebut. Bahkan ada yang rela berbuat curang dengan melakukan kegiatan mencontek.

Yang lebih parah lagi ada orang tua yang tidak tega atau bahkan mungkin malu bila anaknya tidak lulus ujian, melakukan segala cara bahkan dengan cara menyogok untuk dapat meluluskan anaknya. Bahkan ada fenomena yang sangat keji dalam dunia pendidikan kita, yaitu adanya soal yang bocor. Gejala apakah yang sedang terjadi dalam dunia pendidikan kita. Bukankah muka dunia pendidikan di Indonesia benar-benar tercoreng dengan kasus bocornya soal tersebut. Siapa yang harusnya bertanggungjawab dalam masalah bocornya soal ini. Presidenkah, Menterikah, Dinaskah, atau para orang tua yang dengan relanya mengeluarkan sejumlah uang yang bagi para pengemis di pinggir jalan itu adalah jumlah yang sangat besar sekali, demi satu jawaban soal. Dimanakah nurani para pihak yang terkait langsung dalam penyelenggaraan ujian ini?

Kalo kita kaji lebih dalam, harusnya dunia pendidikan menghasilkan generasi yang cerdas dan lebih bermoral. Dunia pendidikan menghasilkan generasi calon pemimpin yang lebih arif dan adil. Namun jika kita lihat dari hari kehari, kita lihat seiring dengan bertambahnya tahun tidak sedikit kebodohan masih bermunculan di dunia Indonesia ini. Bahkan yang terkait dengan kekayaan bangsa Indonesia milikipun masih dieksploitasi oleh pohak asing. Dunia pendidikan harusnya memang melahirkan generasi yang cerdas dan cekatan dalam bekerja. Karena mereka lebih cepat memahami segala sesuatunya. Namun yang kita lihat dari tahun-tahun terakhir terlihat pengangguran masih merajalela. Karena terbatasnya lapangan kerja, bahkan ada yang merelakan dirinya untuk berbuat kejahatan demi sesuap nasi bagi keluarganya. Sungguh hal yang tidak diharapkan.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh generasi yang lebih beruntung dari mereka? Tentunya generasi yang lebih beruntung ini benar-benar mendapat manfaat dari apa yang selama ini dia upayakan. Manfaat pendidikan yang mereka peroleh benar-benar telah mereka nikmati. Mereka telah memperoleh pekerjaan yang layak serta mampu memenuhi kebutuhan keluarganya. Benar-benar beruntung! Tentunya mereka juga beruntung karena diberi kesadaran untuk memikirkan dan memahami nasib orang lain. Mereka harusnya mempunyai empati yang dalam terhadap kondisi saudara mereka yang kurang beruntung.

Ada hal yang bisa dilakukan oleh generasi yang beruntung ini untuk membantu saudara mereka yang kurang beruntung terhadap efek pendidikan yang mereka dapatkan. Langkah awal yang harus dilakukan tentunya menggalang komunikasi terhadap mereka yang beruntung ini, tentunya orang-orang yang beruntung ini tidak hanya satu atu dua orang. Ada banyak, mereka tersebar di seantero penjuru tanah air Indonesia. Mereka punya peran masing-masing di daerahnya. Nah, dengan adanya saling komunikasi ini harapannya ada semangat yang membara dalam mereka untuk benar-benar memperbaiki atau membantu saudara mereka di wilayah masing-masing untuk keluar dari kubangan kebodohan dan kemiskinan, baik yang berupa materiil maupun nonmateriil.

Mungkinkah terwujud apa yang dinamakan Kebangkitan Pemuda? Pemuda yang mempunyai kesadaran untuk menolong saudaranya yang masih dalam kubangan kebodohan tentunya harus mampu melihat kedepan. Pemuda yang harusnya mencetuskan Kebangkitan Pemuda tersebut berasal dari golongan mereka yang beruntung. HAl ini sangat istimewa sekali kalo ada pemuda yang demikian. Karena selain masih muda mereka juga masih mempunyai idealisme yang tinggi untuk menolong sesama mereka.

3 Responses to “Met hari pendidikan nasional”

  1. Hari Pendidikan Nasional Untuk Yang Kesekian Kalinya | UNDIKNAS Says:

    […] Baca selanjutnya This entry is filed under Kegiatan di Undiknas. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. UNDIKNAS […]

  2. upik ajah Says:

    Angkatan 2007/2008 bener2 kelinci percobaan! Soal2nya banyak yg melenceng dari SKL (kisi2). Saya adalah salah satu korban, yang detik ini berdoa smoga scanner buat ngoreksi LJK error! FisBioKim-nya bener2 gak masuk akal. Ribuan anak menangis semalam mikirin hasil ujiannya. MBOK PEMERINTAH NGERTIAN DIKIT! INI BUKAN “UJIAN NASIONAL”, TAPI “BENCANA NASIONAL”!!!!

  3. dimensi5 Says:

    Pendidikan hendaknya tidak kita pahami dari aspek institusional saja. Kalo paham kita demikian maka kita akan terpenjara dalam pemikiran sempit. Makna pendidikan adalah luas. Sekolah, nilai ujian serta kelulusan dari hasil ujian merupakan parameter indikator kemampuan saja, bukan menunjukkan kenyataannya. faktanya tidak sedikit lulusan S1 yang masih kurang cerdas dalam mensikapi kehidupan yang akan dijalaninya. Tidak sedikit pula mental pejabat yang mempunyai gelar macem2 mampu bersikap dan berbuat seperti layaknya pejabat yang mengayomi rakyatnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: