Halusinasi

Terkadang tanpa kita sadari kita itu berhalusinasi ria. Perkara sederhana pun bisa menjadi sangat rumit dan kompleks, hanya karena halusinasi kita. Kita berhalusinasi seolah-olah melihat sesuatu, padahal belum tentu orang lain juga melihat apa yang kita lihat. Permasalahannya terletak pada ‘sesuatu’ yang nampak dalam diri kita itu sendiri, apakah membuat masalah bagi orang lain? Kalo tidak menjadi masalah bagi orang lain mungkin tidak jadi persoalan, tapi kalo sudah mengusik wilayah orang lain mungkin kita perlu lebih waspada terhadap diri kita.

Menurut Nabi Muhammad SAW, musuh terbesar di dunia ini adalah nafsu diri sendiri. Menurut beliau kalo kita mampu mengendalikan nafsu pribadi kita yang mungkin tanpa kita sadari sering bergolak seiring dengan perkembangan jaman yang semakin lama memerlukan kewaspadaan dalam diri kita, kita akan bisa disebut sebagai orang yang menang. Yah kemenangan melawan diri sendiri adalah kemenangan terbesar yang patut kita banggakan. Kemenangan yang tidak menghancurkan orang lain, kemenangan yang tidak menindas orang lain. Kemenangan yang orang lain merasa bahagia ketika melihat kemenangan yang kita hasilkan. Kemenangan ini bukanlah kemenangan yang semu, kemenangan ini adalah kemenangan yang benar-benar membutuhkan kerja keras untuk mewujudkannya.

Selama ini kita beranggapan (bahkan sejak TK) yang namanya menang itu ketika bisa mengalahkan temen-temen kita dalam perkelahian, atau yang namanya menang itu mampu menjadi juara kelas dalam tiap tahun sekolah kita. Bahkan sudah tertanan dalam benak kita, yang namanya menang itu kita mampu ‘menjadi orang’. Menjadi orang yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai pekerjaan, kedudukan, jabatan dan sejumlah harta yang melimpah di tengah rumah kita yang mewah dengan kendaraan yang terparkir di luar rumah kita.  Namun ditengah gemerlapnya kemenangan kita itu ternyata disekeliling kita masih banyak orang yang mengemis di pinggir jalan, tidak sedikit orang-orang yang demikian nasibnya itu mengalami stres yang kemudian melakukan tindak bunuh diri hanya karena tidak kuat menghadapi kenyataan hidup yang menurut mereka menghimpit mereka.

Selama ini kita berhalusinasi bahwa yang namanya kemenangan adalah hanya untuk diri sendiri, keluarga dan golongan atau kelompok kita.  Selama ini kita berhalusinasi bahwa kita itu hidup sendiri tanpa melihat sisi lain bahwa tanpa kehadiran orang lain kita itu bukan apa-apa.

Posted in ghoib. 3 Comments »

3 Responses to “Halusinasi”

  1. Arief Says:

    Salam…
    Boleh kah aku mengcopy nya untuk di simpan di buku catatanku agar dapat ku baca setiap saat,…saat hati melemah ……
    Mohon Maaf karena aku telah mengcopy tulisan di site ini sebelumnya…
    kemudian aku teringat akan “ijin”…

    ..aku meminta ijin anda..
    ….Salam

    dimensi5 : silahkan saja … tentunya dengan menyebutkan darimana sumbernya … salam kenal juga

  2. R_E Says:

    Salam…
    Saya tertarik dengan konsep “menang” yang saudara sampaikan.
    dan hal ini membuat saya sadar bahwa menang yang saya maksud selama ini salah.

  3. dimensi5 Says:

    Hawa nafsu emang musuh terbesar kita. Ingat sumber awalnya bisa berasal dari ego diri sendiri. Terkadang kita malah mengedepankan ego kita daripada melihat sisi lain dari persoalan yang sedang kita hadapi. Kondisi perpolitikan di tanah air, baik dari yang sekelas mahasiswa sampai yang sekelas kepartaian di negara ini rupanya masih mengedepankan ego kepentingan masing-masing. Belum ada kesadaran bahwa muara dari politik yang mereka mainkan itu adalah demi kesejahteraan masyarakat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: