Posisi

Entah berada dimana posisi kita dalam kehidupan di dunia ini, sebenarnya tetap punya peran dalam hiruk pikuknya kehidupan. Apakah kita berada dalam posisi sebagai seorang pengambil kebijakan dalam suatu wilayah negara tertentu, atau kita diberi amanah untuk memimpin dalam sebuah institusi tertentu. Bagaimana kita mengelola dan mengendalikan kekuasaan yangta pegang demi sebuah tujuan bersama yang dicita-citakan sebelumnya. Sebuah peran yang tentunya tidak mudah dilakukan oleh beberapa orang.

Begitu juga dengan peran sebagai rakyat, adalah peran yang disandang oleh kebanyakan orang. Bukan karena tidak mau untuk mendapat peran sebagai seorang pengambil kebijakan, akan tetapi karena ada unsure nasib serta ‘takdir’ yang menjadikan dia memperoleh peran yang demikian. Lalu apa yang diperbuat dengan peran sebagai seorang rakyat? Apakah cuek saja atau ikut aktif dalam mewujudkan tujuan bersama yang dicita-citakan sebelumnya tadi?

Peran-peran yang dimaksud hendaknya memberikan kesadaran bagi kita semua bahwa kita hidup di dunia ini mempunyai arti yang sangat penting. Bukan hanya sekedar hidup atau menerima nasib apa adanya, akan tetapi mempunyai tujuan hidup yang diwujudkan dalam menerima setiap posisi yang diambil dan diberikan kepada kita. Peran-perang yang demikian memberikan kita suatu semangat untuk menggapai lebih tinggi lagi cita-cita perjuangan yang dimaksud.

Dalam kondisi tertentu tidak dipungkiri bahwa masing-masing peran yang dimiliki oleh tiap diri terkadang menyimpang dari yang diharapkan. Sebagai seorang pengambil kebijakan yang memegang kekuasaan untuk mengelola sumber daya yang ada dalam lembaganya tidak sedikit yang melakukan tindakan yang terkesan memanfaatkan posisi yang dia pegang. Saking asyiknya dalam melakukan tindakan ‘pemanfaatan’ posisi tersebut hingga melupakan apa yang menjadi misi utama dari posisi yang dia pegang. Yang lebih parah lagi, rakyat yang harusnya menjadi posisi yang harus dilindungi malah cenderung dikorbankan demi kepentingan sesaat dengan memanfaatkan posisi tadi.

Sedangkan dari kalangan rakyat bahkan awam terkadang menjadi maklum atas kejadian tersebut di atas bahkan malah terkesan cuek saja, meskipun ada rasa penyesalan dan kekecewaan atas tindakan pengambil kebijakan yang melukai hati rakyat tersebut. Terlebih lagi tindakan rakyat yang melakukan tindakan kekerasan maupun kriminal dengan alasan memenuhi kebutuhan hidup keluarga telah menjadi pemberitaan yang biasa di media massa.
Lalu apa yang harus kita perbuat dengan penyimpangan yang telah terjadi dalam kehidupan yang harusnya dapat mencapai kondisi yang harmonis dan menentramkan telah berubah menjadi kehidupan yang penuh denga kemunafikan dan ketidaknyamanan. Apakah masing-masing dari kita mengerti dan memahami posisi dalam diri kita? Sebagai apakah kita hidup dalam kehidupan dunia ini? Mau apa kita? Apa yang akan kita lakukan? Itu tergantung dari kesadaran diri kita sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: