ikhlas menerima

Terkadang kita tidak bisa dengan lapang dada menerima apa yang telah kita terima. Apakah yang kita terima itu sedikit ataupun hal yang tidak mengenakkan hati. Tidak jarang kita merasa kurang dengan apa yang tlah kita terima, tidak jarang juga kita merasa kita memperoleh bagian yang mungkin tidak adil bagi kita.  Keikhlasan merupakan barang langka di dunia ini. Hanya orang yang penuh dengan keimanan dan ketaqwaan aja yang mungkin mempunyai keikhlasan dalam dadanya.

Karena sangat jarang keikhlasan dipunyai oleh setiap manusia, maka orang yang mempunyai sifat ikhlas akan termasuk dalam golongan orang-orang yang ditinggikan derajadnya. Meskipun posisi mereka dalam kehidupan dunia boleh dibilang kurang menguntungkan (tidak kaya atau tidak punya kedudukan), namun hati mereka menerimanya dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Tentunya mereka juga tidak berdiam diri begitu saja dengan kondisi mereka. Mereka tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya. Mereka tetap memerasa keringat untuk keperluan hidupnya di dunia ini. Namun mereka tidak merasa iri maupun mendengki orang-orang yang mempunyai kelebihan kekayaan.

Apakah terbayang dalam benak kita bahwa selama ini kita sudah bisa ikhlas dalam menerima. Menerima semua keadaan, menerima semua kondisi dan himpitan yang menimpa keseharian kita. Mungkinkah kita sanggup mencontoh orang yang terkadang menjadi bahan cibiran orang. Orang yang terkadang kita remehkan ternyata mereka mempunyai kondisi kejiwaan yang lebih baik dari kita. Gejolak hati mereka ternyata mempunyai irama yang sangat lembut sekali. Tidak aneh apabila kita jarang mendengar salah satu diantara mereka yang terkena penyakit jantung atau stroke.

Orang yang slama ini berada pada posisi terpinggirkan ternyata telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Pelajaran yang hanya kita dapatkan dalam kondisi dimana kita harus mampu menerima semua keadaan. Tanpa kita sadari ternyata orang yang mungkin slama ini tidak terbetik dalam pikiran kita ternyata telah menguraikan logika berpikir kita, bahwa hidup di dunia itu membutuhkan konsep ikhlas untuk bisa melanjutkan hidup dengan penuh kenikmatan.

Lalu siapakah orang yang dapat menggugah sanubari kita ini. Kita lihat para pejuang hidup, pemulung di pinggir jalan, pedagang asongan ataupun pedagang kaki lima. Mereka tidak peduli panas terik yang membakar tubuh mereka. Bagi mereka hidup adalah terus bergerak. Rasa ikhlas dalam dada merekalah yang membuat mereka tetap tegar, tetap tegap berdiri menantang derasnya kekejaman kehidupan. Bagi mereka kehidupan adalah perjuangan untuk menggapai nilai yang tertinggi. Kalau dalam bahasa umumnya adalah kebahagiaan. Ya, mereka ingin membahagiakan diri dan keluarganya dengan cara yang dia mampu.

Kehidupan yang terys mengasahnya telah menajamkan hati nurani mereka. Duri-duri kehidupan telah meruncingkan mata keikhlasan yang selama ini telah tertancap dalam hati sanubari kesadaran mereka. Hendaknya kita mampu berbuat hal yang sama.

Posted in mmm. 1 Comment »

One Response to “ikhlas menerima”

  1. Anang Says:

    saya masih harus belajar untuk ikhlas


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: