Hari Berkabung Nasional

Akhirnya hari yang telah ditentutan itu diketahui bersama. Hari terakhir kehidupan mantan orang nomor satu di Republik Indonesia terkuak sudah. Mantan presiden yang pernah berpengaruh dalam kehidupan dalam negeri maupun luar negeri ini menyisakan misteri yang berbuntut panjang pada penyelesaian berbagai kasus yang ditujukan pada tokoh satu ini. Berbagai dugaan bermunculan terkait dengan tanggung jawab yang harus diselesaikan setelah menjabat sebagai presiden. Kroni-kroni maupun keluarga tokoh ini pun menjadi sasaran sebagai akibat imbas dari munculnya krisis yang berkepanjangan sampai saat ini.

Setelah bergulat 24 hari di rumah sakit, hari Ahad 27 Januari 2008 adalah hari dipanggilnya sang tokoh untuk kembali kepadaNya, kembali untuk mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya ketika di dunia. Ketika kelemahan sebagai manusia yang kurang cakap dalam mengungkap kejahatan, maka ingatlah bahwa masih ada Tuhan yang akan menindak pelaku kejahatan tersebut. Ketika kesombongan telah menutupi hati manusia, ketika kejahatan telah menjadi sistem kehidupan, maka ingatlah bahwa Tuhan masih Maha Melihat untuk menyaksikan kesombongan dan kejahatan yang diperbuat ummat manusia.

Setelah 32 tahun menjadi orang nomor satu di Republik Indonesia, kiranya tidak sedikit warganya yang merasa kagum akan kepemimpina tokoh ini. Tidak sedikit juga yang merasa iri dengan lamanya sang tokoh berkuasa. Apakah hal ini tidak menimbulkan pertanyaan selanjutnya, sebenarnya apakah yang sedang terjadi? Kenapa semuanya ini rasanya tidak masuk akal? Kenapa seolah-olah semuanya penuh dengan kamuflase? Kenapa kebenaran rasanya seperti tertutup?

Coba kalau dibayangkan bagaimana seorang tokoh yang telah dianggap berjasa bagi Negara Indonesia, dengan begitu mudahnya dilecehkan oleh manusia lain. Kalau memang demikian kenyataannya, hendaknya kita merenung bahwa kesuksesan dan kebanggaan itu hanyalah sementara. Semuanya akan menjadi terbalik ketika kita terlena dan kurang menyadari akan hakekat ini. Kita adalah salah satu sosok manusia yang hidup ditengah manusia lain, yang tentunya ada aturan alam yang ikut menyemarakkan kehidupan kita di dunia ini.

Ketika keluarga yang dengan otomatis menjadi tanggungan kita akan kehidupannya telah menyudutkan kita untuk bertindak, apakah kita terjebak atau tidak dengan tindak kejahatan didepan mata kita? Itulah ujuan terhebat sebagai manusia. Agaknya mungkin demikian yang telah di alami sang mantan pemimpin besar selama menjabat sebagai orang nomor satu di Republik Indonesia. Dorongan keluarga maupun orang terdekat rupanya telah mengaburkan pandangan batinnya. Ini kalau memang yang dituduhkan benar adanya.

Akhirnya mari kita doa’kan Mantan Presiden Soeharto diterima amal kebaikannya selama di dunia dan kita bisa mengambil hikmah dari perjalanan kehidupan keluarganya. Selanjutnya kita bisa berbuat tidak mementingkan diri kita sendiri, namun masih ada manusia lain di sekitar kita yang tentunya masih berlaku hukum alam. Mari kita serahkan semuanya pada Allah swt.

Posted in ghoib. 2 Comments »

2 Responses to “Hari Berkabung Nasional”

  1. Riski A Wirawan Says:

    Semoga Allah SWT menerima semua amal dan pengabdian yang telah beliau berikan kepada bangsa ini.

  2. Elly Says:

    Sebesar apapun luka yang telah dia torehkan pada bangsa ini,toh tidak menghalangi berkumpulnya malaikat dirumahnya saat dia masih disemayamkan di jalan cendana.Allahuakbar,tak ada yang dapat menghalangi kehendak-Nya untuk memberi ampunan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: