Hujan Lagi

Demikianlah wajah cuaca di bumi dengan liputan awan yang di atas Indonesia terlihat menutupi wilayah di Indonesia. Mungkinkah liputan awan tersebut yang mampu menjelaskan terjadinya hujan tadi malam dan dilanjutkan pagi hari ini yang terjadi di hamper seluruh wilayah Jakarta. Hujan yang terlihat merata ini nampaknya telah menimbulkan genangan bahkan banjir di tempat yang rendah.

Bahkan menurut detik.com, kota Bogor pun juga dilanda hujan deras. Tampaknya hujan deras yang terjadi dari pagi hari ini harus diwaspadai banjir yang diakibatkan hujan deras ini. Apalagi Bogor juga terjadi hujan deras.

Akhir-akhir ini, ketakutan terhadap hujan deras dan banjir yang dapat ditimbulkannya telah menimbulkan masalah tersendiri bagi masyarakat. Hal ini ditandai dengan ketakutan terhadap datangnya hujan. Seolah-olah ketika hujan turun maka bencana yang akan muncul. Ketika hujan turun yang ada dalam bayangan masyarakat adalah banjir. Bukankah ketentuan Allah mengenai bencana ini jelas adanya.

Coba kita perhatikan petunjuk Allah di dalam Al Qur’an berikut ini :
Katakanlah: “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” [QS. Al Ahzab (33) : 17]. Ayat ini mengisyaratkan bahwa kita sebagai manusia tidak mempunyai kekuatan apapun apabila Sang Penguasa Alam ini telah menurunkan bencana atas diri kita, dan tak satupun manusia yang bisa mencegah apabila Sang Pemberi Rahmat menurunkan rahmat atas kita. Diri kita tiada daya, diri kita juga tiada kekuatan untuk merubah ketentuannya.

Demikianlah, hujan turun bisa menjadi bencana maupun rahmat atas kehendakNya. Hujan yang turun bisa merugikan, bisa juga akan sangat menguntungkan bagi manusia. Lalu bagaimana bencana maupun rahmat itu muncul?

Pada QS. Ar Ruum (30) : 41 Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar), terlihat bahwa Allah menurunkan bencana atas suatu kaum bukan tidak ada dasarnya. Pada ayat tersebut disebutkah bahwa jika telah nampak kerusakan di darat dan di laut yang disebabkan perbuatan tangan manusia, maka Allah dengan kekuasaannya mengingatkan kepada manusia akibat perbuatan merusaknya.

Demikianlah kekentuan Allah, soal bencana maupun rahmat tergantung dari hasil kerja kita terhadap lingkungan kita. Mau mendapat rahmat dari turunnya hujan, tentunya kita juga hendaknya mau memperlakukan lingkungan kita dengan baik. Misalnya tidak membuang sampah sembarangan, tetap melakukan penghijauan di sekitar rumah kita, tetap membikin resapan air disekitar lingkungan kita, tak kalah pentingnya adalah membuat septic tank sejauh minimal 10 meter dari lokasi sumur kita. Dengan melakukan hal yang bagus buat lingkungan insyaallah kita akan terhindar dari marabahaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: