mencari makna

Terkadang dalam hidup kita dihadapkan suatu masalah yang mungkin akan sangat mempengaruhi hidup kita. Bahkan mungkin kita jadi merasa terasing dengan masalh yang kita hadapi. Terlebih masalah tersebut ada kaitannya dengan orang lain, tentunya menambah beban hidup kita saja. Pertanyaannya, apakah setiap masalah tidak ada penyelesaiannya. Apakah setiap persoalan hanya akan membawa jalan buntu bagi kita?

Tentunya sebagai orang yang masih tergantung pada Tuhannya, hendaknya meminta petunjuk Tuhannya untuk diberi jalan keluar dari masalah yang dia alami. Dan hendaknya diingat bahwa Tuhan selalu menjawab jawaban hambaNya, mungkin kita saja yang terkadang kurang memahami jawaban Tuhan.

Tentunya kita ingat bahwa setiap yang diciptakan Tuhan itu tidak ada yang sia-sia, bahkan seekor lalatpun diciptakan untuk memberikan pelajaran bagi manusia. Coba bayangkan, masih ingatkah dengan kisah Qobil dan Habil, bagaimana ketika salah satu dari keduanya terbunuh. Maka Tuhan, dengan burung gagaknya mencoba member pengertian kepada salah satu yang hidup bagaimana memperlakukan orang yang sudah meninggal.

Begitu pula dengan kehidupan ini, banyak sekali petunjuk Tuhan disekitar kita, bagaimana kita memperlakukan hidup kita dengan kisah yang kita alami. Coba anda bayangkan, masalah apa yang sedang anda alami saat ini. Lalu cobalah mencari petunjuk Tuhan dengan memperhatikan sekitar anda. Apa yang anda lihat, apa yang anda temukan. Sebuah jalan terang atau jalan buntu. Ataukah ada hal lain dari yang anda lihat. Anda bisa melihat dari kenyataan yang anda lihat, cerita yang and abaca atau radio yang barusan anda dengar ataupun dari keramaian oarng lalu lang di jalan maupun di pasar.

Namun tidak sembarang orang bisa mengambil hikmah atau makna dibalik semua peristiwa disekitarnya. Hanya orang yang pasrah dan tunduk pada Tuhanlah yang insyaallah mendapat petunjukNya. Tuhan tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang telah dikuasai oleh kesombongan dalam dirinya. Kesombongan telah merusak hati nurani dan logika kalbunya. Sehingga kesombongan juga telah menutup pintu petunjuk dari Tuhan.

Hendaknya kita tidak melihat fisik dari suatu hal, namun hendaklah kita melihat makna terdalam dari suatu peristiwa, meski peristiwa tersebut sangat sederhana, ataupun remeh, bahkan tidak berarti. Hendaklah kita tidak melihat siapa yang mengatakan kebenaran itu, akan tetapi lihatlah apa yang dikatakan. Moga kita senantiasa mendapatkan petunjukNya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: