Ujian Kehidupan?

Pernahkah kita mengalami ujian kehidupan? Ujian kehidupan yang seperti apakah yang kita alami? Ujian terberat apakah yang pernah kita alami? Lalu apa itu sebenarnya ujian kehidupan itu sendiri? Sebelumnya kita simak dulu salah satu curhat seorang pegawai honorer yang berada di lingkungan PNS. Curhat ini diambil dari websitenya Ustadz Uje.

Ujian Kerja di PNS
01/12/2008

Assalamualaikum wr.wb

Uje, saya 26 tahun bekerja sebagai honorer di pemerintahan daerah, mungkin sebentar lagi saya akan diangkat menjadi PNS pekerjaan saya salah satu diantaranya adalah menjalankan apa yang diperintahkan oleh atasan saya termasuk membuat kwitansi palsu dan surat perintah perjalanan dinas bodong alias sebenarnya tidak dilakukan perjalanan dinas tsb, tapi uangnya diambil…
merupakan suatu tradisi PNS yang sulit dihilangkan walaupun sedikit. saya takut menjadi kebiasaan sehingga saya tidak memikirkan dosa lagi.

saya tertekan, saya pengen keluar dari sini,, sementara orang tua saya tidak setuju apabila saya keluar..

saya mempunyai cita-cita untuk menjadi pengusaha, tapi modal saya ga mencukupi..
tolong saya uje,, adakah doa yang harus saya amalkan untuk menolong saya keluar dari sini.
terimakasih
wassalam

Assalamu’alaikum wr. wb.
Memang masalah yg Anda hadapi sungguh berat tetapi yakin setiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya. UJE hanya menyarankan Anda untuk minta petunjuk kpd Allah dengan melakukan Shalat Istikharah supaya diberikan kemudahan apa yang harua Anda pilih. Selain itu UJE hanya memberikan amalan Doa untuk Doa. Moga doa ini bisa bermanfaat & bisa menenangkan hati Anda,amin… Intinya Anda harus Optimis.. Oke Fren… Gw_UJE “Say No to Drugs No Sex Until Married”

Doa Bertawakkal Kepada Allah

Artinya: “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal, hanya kepada Engkaulah kami bertaubat, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh hanya Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Mumtahanah: 4-5).

Penjelasan:
Doa di atas dibaca pada setiap kesempatan dan waktu. Dan menyerahkan sepenuhnya apa yang telah kita lakukan, usahakan kepada Allah Swt. semata karena hal ini pula yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s., dan kaum-kaumnya yang beriman. Sehingga Allah menyebutnya Ibrahim dan kaumnya sebagai teladan yang baik bagi kita.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

http://www.ujecentre.com

Nah bagaimana pendapat anda bila anda dihadapkan pada problem seperti curhatan di atas. Akahkah anda akan menurut pada atasan anda atau anda justru menentang mentah-mentah dengan dalih perintah tersebut menyalahi keyakinan anda.

Kalau menurut ilmuwan, paling tidak ada tujuh trik untuk bisa menyelesaikan berbagai ujian kehidupan. Yaitu:
Pertama, yakini bahwa cobaan itu merupakan ekspresi cinta Allah pada hamba-Nya. Allah Swt memberikan cobaan agar kita menjadi lebih dewasa dan matang dalam mengarungi kehidupan. “Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya cobaan.” (H.R.Bukhari)
Kedua, yakini bahwa makin besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan kepada kita, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita. Dengan catatan, kita bisa menyelesaikan setiap ujian itu secara baik.
“Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu mencintai suatu kaum maka Ia mencobanya. Barang siapa yang rela menerimanya, ia mendapat keridhoan Allah, dan barang siapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah.” (H.R.Tirmidzi)
Ketiga, yakini bahwa ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita kerjakan. Abu Sa’id dan Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: “Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Keempat, selalu berpikir positif bahwa apapun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan. Abu Yahya Shuhaib bin Sinan r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh menakjubkan sikap seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, ia bersabar, maka itu lebih baik baginya.”(H.R.Muslim)
Kelima, yakini bahwa setelah dalam kesulitan ada kemudahan. Fakta menunjukkan, sering kali ide-ide brilian justru lahir atau muncul ketika kita berada dalam puncak kesulitan. Contoh sederhana, banyak mahasiswa bisa mengarang pada saat menghadapi soal-soal ujian bukan ? “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Alam Nasyrah 94: 5 – 6)
Keenam, selalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan setiap ujian yang Allah swt. berikan, karena Allah swt. tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Optimisme bisa melahirkan energi yang tersembunyi dalam diri kita, karena itu optimisme bisa menjadi bahan bakar untuk menyelesaikan segala persoalan. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Q.S. Al-Baqarah 2:286)
Ketujuh, hadapi ujian dengan usaha dan do’a. Kerahkan segala ihtiar untuk menyelesaikan ujian dan bingkai usaha itu dengan do’a. “Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Q.S. Alam Nasyarh 94 : 7 – 8). “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do’amu.” (Q.S. Al-Mu’min 40: 60)

Pada intinya, setiap yang bernama manusia pasti mengalami ujiannya masing-masing. Meski kadar berat ringannya bisa berbeda, namun ketabahan dan kearifan dalam menghadapinya itulah yang membuatnya berbeda. Oleh karena itu muncul konsep sabar. Ya, hanya dengan kesabaranlah kita diharapkan mampu menghadapi segala bentuk ujian, bagaimanapun bentuknya. Lalu gimana lagi?

Mulailah dengan mengenali siapa diri kita, bukan sekedar dari mengenali nama karena berganti nama sama mudahnya dengan berganti piyama. Bukan juga dengan hanya mengenali fisiknya, karena fisik bisa berubah setiap saat akibat operasi plastik. Kenalilah kesejatiannya karena dia kekal, akrabi dia lalu gauli dia maka kita akan menemukan “Ketentraman”. Setelah itu, libatkanlah dia dalam setiap gerak langkah kita, dalam detak jantung kita, bahkan dalam setiap tarikan dan hembusan nafas kita selama mengarungi sisa hidup kita. Yakinlah ia tidak akan pernah menolak sesuatu yang sudah lama ditunggunya. Itulah yang disebut dengan surga dunia, surga ketika kita masih hidup di dunia.

Pada akhirnya setiap manusia akan memetik buah pekertinya masing-masing. Siapa yang menanam dia yang memetik. Itu aturan mainnya. Waktu terus berlalu tanpa menunggu kita siap atau tidak. Tidak ada kata terlambat bagi siapapun yang sungguh-sungguh ingin memulainya. Toh pada akhirnya penilaian akhir bukan pada hasil, tapi pada sejauh mana kebulatan tekad dan kesungguhan upaya kita untuk mengihtiarkannya. Karena waktu bukanlah kuasa kita.

One Response to “Ujian Kehidupan?”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: